BANDUNG — Memasuki musim liburan sekolah, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) kembali mengingatkan warga untuk tidak mendaki dan beraktivitas pada 18 gunung berstatus siaga dan waspada. Pada 18 gunung itu, berpotensi mengeluarkan gas beracun yang berbahaya bagi manusia.

Data dari PVMBG, menunjukkan, gunung yang dalam status siaga itu, yakni Gunung Anak Krakatau, Karangetang, Semeru, serta Gunung Ibu. Sementara gunung yang berstatus waspada, yakni Gunung Sangeang Api, Slamet, Kie Besi, Rokatenda, Rinjani, Egon, Soputan, Dukono, Papandayan, Lokon, Talang, Kelud, Kerinci, Gamalama.

Kepala PVMBG, Badan Geologi, Soerono, menjelaskan, pada kawah gunung yang dalam status siaga dan waspada berpotensi mengeluarkan gas beracun. Bagi warga yang menghirup gas tersebut, sambung dia, dipastikan akan mengalami gangguan kesehatan.

”Ini perlu disampaikan kembali kepada warga, mengingat saat ini lagi musim liburan,” ujar Soerono kepada wartawan di kantornya, Selasa (30/6). Biasanya, sambung dia, pada musim liburan jumlah wisatawan melonjak signifikan. Soerono menjelaskan, ke-18 gunung itu hanya boleh dikunjungi pada kakinya saja. Menurut dia, masyarakat tidak boleh coba-coba beraktivitas pada puncak gunung tersebut.

Gas beracun itu, papar dia, biasanya muncul saat hujan, mendung, atau tidak ada sinar matahari. Masyarakat yang berencana mendaki gunung, kata dia, diimbau untuk membawa alat komunikasi yang memadai. Dijelaskan Surono, hingga kini sedikitnya 66 gunung api yang dipantau oleh PVMBG dalam status aktif. Hanya Gunung Slamet, papar dia, yang saat ini mulai turun statusnya dari siaga menjadi waspada.

Hingga kini, sambung Soerono, PVMBG masih memantau ke-18 gunung tersebut. Bahkan, pihaknya membuka Crisis Center PVMBG dengan layanan telepon (022) 7272606 dan 7271402. Untuk itu, kata dia, bagi masyarkat yang membutuhkan informasi seputar kondisi gunung yang kan dikunjunginya, dipersilahkan menghubungi ke dua nomor tersebut. san/pur

sumber : http://republika. co.id/berita/59371/Wisatawan_ Dilarang_ Daki_Puncak_ 18_Gunung