<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Swanarapala.org</title>
	<atom:link href="http://swanarapala.org/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://swanarapala.org</link>
	<description>Mahasiswa Bina Nusantara Pecinta Alam</description>
	<lastBuildDate>Tue, 24 Nov 2009 15:17:34 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Next Event</title>
		<link>http://swanarapala.org/2009/11/next-event/</link>
		<comments>http://swanarapala.org/2009/11/next-event/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 15:17:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>oswald</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://swanarapala.org/2009/11/next-event/</guid>
		<description><![CDATA[PERJALANAN KENANGAN 2009
dengan tema &#8220;Sebrangi Laut, Singgahi Pulau, Nikmati Karang&#8221;
tempat: Pulau Bira, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta
tanggal:11-13 Desember 2009
hanya Rp 250.000,-
akan mendapat fasilitas:
-snorkeling 2 kali;
-transportasi PP dari kampus Syahdan BiNus ke tempat tujuan
-tenda
-outbound
-api unggun
-barbeque
-T-shirt
-kenangan2an berupa dokumentasi, dll
*dapat dispensasi kuliah
untuk registrasi (terbatas hanya untuk 70 orang):
-bisa di stand kampus Anggrek pada jam dan hari aktif kuliah
-atau di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>PERJALANAN KENANGAN 2009<br />
dengan tema &#8220;Sebrangi Laut, Singgahi Pulau, Nikmati Karang&#8221;</p>
<p>tempat: Pulau Bira, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta<br />
tanggal:11-13 Desember 2009</p>
<p>hanya Rp 250.000,-<br />
akan mendapat fasilitas:<br />
-snorkeling 2 kali;<br />
-transportasi PP dari kampus Syahdan BiNus ke tempat tujuan<br />
-tenda<br />
-outbound<br />
-api unggun<br />
-barbeque<br />
-T-shirt<br />
-kenangan2an berupa dokumentasi, dll</p>
<p>*dapat dispensasi kuliah</p>
<p>untuk registrasi (terbatas hanya untuk 70 orang):<br />
-bisa di stand kampus Anggrek pada jam dan hari aktif kuliah<br />
-atau di basecamp kami di kampus Syahdan setiap hari (sebelah musholla)<br />
-registrasi dibuka sampai dngan tanggal 5 Desember 2009</p>
<p>briefing: Minggu tanggal 6 Desember 2009 (tempat menyusul)</p>
<p>CP:<br />
Dion 0856 107 9435<br />
Dita 0812 110 5341/021 919 35 796<br />
==========<br />
DONOR DARAH</p>
<p>Senin, 7 Desember 2009<br />
pk. 12.00 WIB &#8211; pk. 15.00 WIB</p>
<p>untuk tempatnya sendiri akan diinformasikan selanjutnya</p>
<p>CP:<br />
Jon 0856 8255 087/0819 3211 2554<br />
Dion 0813 1811 7557</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://swanarapala.org/2009/11/next-event/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Terumbu karang akan punah akhir abad ini</title>
		<link>http://swanarapala.org/2009/07/terumbu-karang-akan-punah-akhir-abad-ini/</link>
		<comments>http://swanarapala.org/2009/07/terumbu-karang-akan-punah-akhir-abad-ini/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Jul 2009 07:35:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fransnico</dc:creator>
				<category><![CDATA[Global Warming]]></category>
		<category><![CDATA[Kelestarian Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Konservasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kerusakan Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemanasan Global]]></category>
		<category><![CDATA[Terumbu Karang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://swanarapala.org/?p=54</guid>
		<description><![CDATA[Banyak ahli margasatwa memperingatkan terumbu karang di dunia mungkin akan punah paling lambat pada akhir abad ini jika jumlah karbon dioksida (CO2) di atmosfir tidak dikurangi.
 Dalam pertemuan di London, Senin, para ahli terkemuka margasatwa menyatakan bahwa langkah buangan gas yang diramalkan berarti tingkat 450 bagian per juta CO2 di atmosfir akan dicapai paling lambat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Banyak ahli margasatwa memperingatkan terumbu karang di dunia mungkin akan punah paling lambat pada akhir abad ini jika jumlah karbon dioksida (CO2) di atmosfir tidak dikurangi.</p>
<p> Dalam pertemuan di London, Senin, para ahli terkemuka margasatwa menyatakan bahwa langkah buangan gas yang diramalkan berarti tingkat 450 bagian per juta CO2 di atmosfir akan dicapai paling lambat pada 2050.</p>
<p> Buangan itu akan mengarah kepada peningkatan keasaman kondisi samudra dan pemanasan temperatur air, yang akan mematikan terumbu karang dalam beberapa dasawarsa selanjutnya.</p>
<p> &#8220;Dapur mulai terbakar dan api itu kian menyebar ke seluruh bangunan,&#8221; kata Alex Rogers dari Zoological Society of London dan International Program on the State of the Ocean.</p>
<p> &#8220;Jika kita bertindak cepat dan secara meyakinkan kita mungkin akan dapat memadamkannya sebelum kerusakan jadi tak dapat diubah,&#8221; katanya.</p>
<p> Terumbu karang adalah tempat berteduh dan perawatan penting bagi ikan dan makhluk hidup lain di dalam laut.</p>
<p> Terumbu karang juga melindungi garis pantai, menyediakan sumber penting makanan bagi jutaan orang, menarik wisatawan dan menjadi tempat penyimpanan obat yang potensial bagi penyakit kanker dan penyakit lain.</p>
<p> Yang terbesar adalah Great Barrier Reef, kumpulan 2.900 terumbu karang di sepanjang 2.100 kilometer pantai timur-laut Australia di taman laut dengan ukuran seluas negara Jerman.<br />
 (*<a href="http://www.antaranews.com/view/?i=1246974736&amp;c=WBM&amp;s=PEM" target="_blank">http://www.antarane ws.com/view/ ?i=1246974736&amp; c=WBM&amp;s=PEM</a>)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://swanarapala.org/2009/07/terumbu-karang-akan-punah-akhir-abad-ini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Manusia Tambora yang Hilang</title>
		<link>http://swanarapala.org/2009/07/manusia-tambora-yang-hilang/</link>
		<comments>http://swanarapala.org/2009/07/manusia-tambora-yang-hilang/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Jul 2009 11:10:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fransnico</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel lepas]]></category>
		<category><![CDATA[Info Gunung]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung]]></category>
		<category><![CDATA[Tambora]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://swanarapala.org/?p=52</guid>
		<description><![CDATA[Mereka Dikubur Letusan Gunung
Hujan abu selama dua hari tiga malam disusul bunyi meriam yang rupanya menandai keruntuhan kawah, disusul lagi hujan pasir dan emboh laut (gelombang pasang,pen). Sebabnya disangka akibat tindakan jahat Sultan Tambora Abdul Gafur. Kerajaan Pekat dan Tambora binasa. Malapetaka itu berakhir berkat orang bersembahyang, tetapi kemelaratan, kelaparan, dan penyakit tidak tertolong. Banyak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2>Mereka Dikubur Letusan Gunung</h2>
<p><em>Hujan abu selama dua hari tiga malam disusul bunyi meriam yang rupanya menandai keruntuhan kawah, disusul lagi hujan pasir dan emboh laut (gelombang pasang,pen). Sebabnya disangka akibat tindakan jahat Sultan Tambora Abdul Gafur. Kerajaan Pekat dan Tambora binasa. Malapetaka itu berakhir berkat orang bersembahyang, tetapi kemelaratan, kelaparan, dan penyakit tidak tertolong. Banyak orang mati karena makan daun ubi beracun. Orang mati bergelatakan di jalan, tidak dikubur, tidak disembahyangkan, mayatnya menjadi mangsa burung, babi, dan anjing. Andai tidak datang pedagang dari luar, penduduk habis mati kelaparan: pedagang itu datang dari pulau – pulau sekitar dan dari Maluku, bahkan orang Arab, Cina, dan Belanda. Mereka membawa beras, gula, susu, jagung, dan kacang kedelai yang ditukarnya dengan piring mangkok, kain tenunan, senjata, barang mas dan perak, sereh, gambir, dan budak.</em></p>
<p> Begitulah keadaannya ketika Gunung Tambora meletus tahun 1815 dalam naskah Bo’Sangaji Kai, yang disunting oleh Chambert-Loir, dalam buku Kerajaan Bima dalam Sastra dan Sejarah.</p>
<p> Para ilmuwan menemukan bukti peradaban yang hilang di Indonesia. Terletak di Tambora, Pulau Sumbawa, ketika daerah tersebut musnah terkubur oleh letusan Gunung Tambora pada 10 April 1815. Sekitar 88.000 – 100. 000 orang menjadi korbannya. Letusan tersebut paling tidak, besarnya empat kali lipat kekuatan letusan Gunung Krakatau pada 1883.</p>
<p> Dipandu dengan radar darat, para peneliti dari Indonesia dan AS menggali saluran air tempat penduduk lokal menemukan keramik dan tulang belulang sebelumnya. Di sana, mereka menemukan puing-puing sebuah bangunan beratap, tembikar, perunggu, dan tulang belulang dari dua orang yang hangus terbakar. Seluruhnya ditemukan dalam satu lapis endapan yang seumur dengan terjadinya letusan.</p>
<p> Vulkanolog Haraldur Sigurdsson dari Universitas Rhode Island yang memimpin ekspedisi tersebut memperkirakan, sekitar 10 ribu orang yang tinggal di daearah tersebut tewas akibat gunung meletus. Peristiwa tersebut disamakan dengan letusan pada zaman Romawi Kuno yang mengubur penduduk Kota Pompeii. Jumlah korban total diperkirakan sebanyak 117.000 orang yang disusul oleh wabah penyakit dan bencana kelaparan melanda daerah itu yang merupakan dampak dari letusan gunung.</p>
<p> Tahun 1816 dikenal sebagai &#8220;tahun tanpa musim panas&#8221; karena suhu bumi menjadi dingin menyusul letusan gunung karena debu vulkanik dalam jumlah besar naik ke atmosfir.<br />
 Sisa-sisa dari sebuah rumah dengan dua orang penghuni yang terkubur abu gunung berapi ditemukan untuk pertama kalinya dan penemuan ini dijuluki sebagai &#8220;Pompeii di Timur&#8221;. Sebuah penamaan yang tidak tepat, sebetulnya.</p>
<p> Para ilmuwan mengatakan, mereka menemukan beberapa cawan perunggu, periuk keramik dan sejumlah artefak lainnya. &#8220;Ada potensi temuan di Tambora ini adalah semacam kota Pompeii di Timur, dan ini bisa jadi adalah temuan penting,&#8221; kata Profesor Haraldur Sigurdsson dari Universitas Rhode Island, Amerika Serikat, yang telah melakukan penelitian di daerah itu selama 20 tahun.</p>
<p> Desa yang hilang ini ditemukan oleh Sigurdsson dan para peneliti dari Universitas North Carolina serta Direktoran Vulkanologi Indonesia selama melakukan penggalian enam minggu pada musim panas 2004.</p>
<p> Penggalian dilakukan dengan menggunakan bantuan radar sehingga rumah yang terkubur dibawah debu setebal 3 meter berhasil ditemukan. Benda-benda yang ditemukan sampai sejauh ini, terutama benda yang terbuat dari perunggu, mengisyaratkan penduduk di kawasan Tambora makmur dan menjalin hubungan niaga dengan Vietnam dan Kamboja.  <strong>(Rizal Bustami / dari berbagai sumber)</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://swanarapala.org/2009/07/manusia-tambora-yang-hilang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Amerika Hapuskan Hutang Indonesia Untuk Komitmen Perlindungan 	Hutan</title>
		<link>http://swanarapala.org/2009/07/amerika-hapuskan-hutang-indonesia-untuk-komitmen-perlindungan-hutan/</link>
		<comments>http://swanarapala.org/2009/07/amerika-hapuskan-hutang-indonesia-untuk-komitmen-perlindungan-hutan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Jul 2009 04:25:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>swanarapala</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel lepas]]></category>
		<category><![CDATA[Konservasi]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://swanarapala.org/?p=48</guid>
		<description><![CDATA[Dari milis tetangga&#8230;
Indonesia telah memberikan komitmen untuk melakukan konservasi hutan tropis yang hingga kini masih mengalami penggundulan, walau sudah berada dalam taraf yang tidak terlalu mengkhawatirkan.
Hal ini diungkapkan oleh wakil dari pemerintah saat menanda-tangani perjanjian pengalihan kewajiban pembayaran hutang menjadi kewajiban untuk konservasi hutan tropis (debt-swap deal). Kesepakatan ini dilakukan dengan pemerintah Amerika Serikat dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dari milis tetangga&#8230;</p>
<p>Indonesia telah memberikan komitmen untuk melakukan konservasi hutan tropis yang hingga kini masih mengalami penggundulan, walau sudah berada dalam taraf yang tidak terlalu mengkhawatirkan.</p>
<p>Hal ini diungkapkan oleh wakil dari pemerintah saat menanda-tangani perjanjian pengalihan kewajiban pembayaran hutang menjadi kewajiban untuk konservasi hutan tropis (debt-swap deal). Kesepakatan ini dilakukan dengan pemerintah Amerika Serikat dan bernilai hingga lebih dari jutaan dolar.</p>
<p>Kedutaan besar Amerika Serikat untuk Indonesia mengatakan, pembayaran hutang yang harus dilakukan Jakarta ke Washington akan berkurang $ 30 juta selama delapan tahun kedepan di bawah kesepakatan U.S. Tropical Forest Conservation Act.</p>
<p>Pemerintah Indonesia akan menyumbangkan uang dari hasil pengalihan hutang tersebut untuk sebuah organisasi sosial Conservation International dan Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia, dari situ kemudian akan menjadi dana simpanan bagi upaya konservasi hutan di Indonesia.</p>
<p>Perjanjian tersebut adalah yang pertama kali dibuat di Indonesia dan sebelumnya pada tahun 1998 Amerika Serikat juga pernah melakukan perjanjian serupa namun dengan skala yang lebih besar bernama debt-for-nature.</p>
<p>Puluhan negara lain yang ada di dunia juga telah mencapai kesepakatan senilai total $ 218 juta. Indonesia sepakat untuk &#8220;melindungi dan memulihkan&#8221; hutan tropis, yang sedang mengalami kerusakan dan pengrusakan yang sangat hebat karena illegal logging, pemanfaatan untuk bahan baku kertas dan pembukaan lahan perkebunan kelapa sawit.</p>
<p>Hingga sekarang masih belum jelas berapa nilai total hutang Indonesia kepada Amerika Serikat, yang jelas Indonesia adalah termasuk negara penghutang terbesar dan telah dilakukan secara teratur untuk dana pembiayaan publik.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://swanarapala.org/2009/07/amerika-hapuskan-hutang-indonesia-untuk-komitmen-perlindungan-hutan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Taman Nasional Komodo Dirusak Aktivitas Penambangan</title>
		<link>http://swanarapala.org/2009/07/taman-nasional-komodo-dirusak-aktivitas-penambangan/</link>
		<comments>http://swanarapala.org/2009/07/taman-nasional-komodo-dirusak-aktivitas-penambangan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Jul 2009 04:21:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>swanarapala</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kelestarian Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Kerusakan Lingkungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://swanarapala.org/?p=45</guid>
		<description><![CDATA[Labuan Bajo, Kompas - Kasus perusakan kawasan mirip situs purba Majapahit di Jawa Timur, beberapa bulan lalu, terulang lagi pada area penambangan emas Batugosok di Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Perusakan sudah terjadi sejak pertengahan Januari 2009, tanpa terpantau.
Kawasan wisata dan habitat komodo itu kini dalam kondisi rusak menyusul [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Labuan Bajo, Kompas </strong>- Kasus perusakan kawasan mirip situs purba Majapahit di Jawa Timur, beberapa bulan lalu, terulang lagi pada area penambangan emas Batugosok di Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Perusakan sudah terjadi sejak pertengahan Januari 2009, tanpa terpantau.</p>
<p>Kawasan wisata dan habitat komodo itu kini dalam kondisi rusak menyusul beroperasinya aktivitas &#8220;eksplorasi&#8221; penambangan emas oleh investor asal China yang tidak mengantongi persyaratan lolos analisis mengenai dampak lingkungan (amdal).</p>
<p>Kerusakan lingkungan yang ditimbulkan oleh &#8220;eksplorasi&#8221; PT Grand Nusantara telah mengakibatkan terbukanya area puluhan hektar dan gundulnya sejumlah kawasan. Area penambangan digali sedemikian rupa membentuk parit-parit &#8220;eksploitasi&#8221;, bukit dibuldoser, dan peralatan berat berdatangan ke lokasi. Di area penambangan juga dibuat jalan-jalan untuk kendaraan pertambangan serta terjadi pula kegiatan pengeboran. Pengeboran dilakukan di dua lokasi dengan mendirikan dua menara (Kompas, 30/6).</p>
<p>Padahal, area Batugosok yang termasuk kawasan Taman Nasional Komodo merupakan bagian dari warisan alam dunia dan saat ini sedang dicalonkan sebagai salah satu dari tujuh keajaiban dunia. Sedangkan kawasan laut Taman Nasional Komodo menjadi hunian sekitar 1.000 jenis ikan hias dan ikan air dalam, serta memiliki sedikitnya 50 titik lokasi taman laut yang dikenal sebagai kawasan rekreasi menyelam.</p>
<p>Karena itu, sejumlah kalangan di Pulau Flores, Rabu (1/7), memprotes aktivitas &#8220;eksploitasi&#8221; oleh investor asal China yang sudah bekerja sejak akhir tahun lalu itu. Masyarakat meminta kegiatan merusak lingkungan itu dihentikan. Mereka yang bereaksi keras adalah Theodorus Hamun (Ketua Asita Manggarai Barat), Ambrosius Janggat (Wakil Ketua DPRD Manggarai Barat), Herry Maraden (General Manager Hotel Batugosok-sekitar lokasi pertambangan) , Feri Adu (anggota Gerakan Masyarakat Anti Tambang/Geram) , dan tokoh masyarakat Marcel Agot SVD.</p>
<p>Di Jakarta, Kementerian Negara Lingkungan Hidup, Rabu kemarin, langsung meminta Pemerintah Provinsi NTT segera turun tangan menyetop kegiatan tambang emas di Batugosok. &#8220;Jangan dilanjutkan dulu tanpa kesesuaian peraturan,&#8221; kata Deputi I Menteri Negara Lingkungan Hidup Bidang Tata Lingkungan Hermien Roosita.</p>
<p>Menurut Hermien, kegiatan di lapangan sudah masuk kategori kegiatan konstruksi, tidak lagi eksplorasi seperti dikatakan pemerintah daerah. Artinya, harus didahului amdal.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Bidang Amdal Badan Lingkungan Hidup Daerah NTT Elly Ugut menyatakan, pihaknya sedang mengumpulkan data dari kabupaten sebelum mengambil keputusan. &#8220;Keputusan baru akan dibuat besok (hari Kamis ini) dan suratnya dikeluarkan sekretaris daerah kepada bupati,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Feri Adu, warga masyarakat yang tergabung dalam Geram yang meninjau lokasi bersama Kompas, mengungkapkan, kegiatan PT Grand Nusantara sangat berbeda dengan tahap &#8220;eksplorasi&#8221; yang dikerjakan investor PT Nusa Lontar, 20 tahun lalu di tempat yang sama. &#8220;Eksplorasi Nusa Lontar dulu hanya dengan menggali dua petak 4 meter x 6 meter, hanya menggunakan satu mesin genset untuk pengeboran, dan pekerjaan awal itu hanya berlangsung sebulan,&#8221; kata Feri.</p>
<p>Menurut Theodorus Hamun, Taman Nasional Komodo bersama kawasan sekitarnya, seperti Labuan Bajo dan Batugosok, harus dijaga kelestarian lingkungannya. Namun, dalam waktu tak lama lagi, lokasi-lokasi diving dipastikan akan hancur karena tanah gusuran tambang akan terbawa banjir masuk ke laut.</p>
<p>&#8220;Jadi, kehadiran tambang emas di Batugosok itu merusak lingkungan dan mengganggu pariwisata. Karena itu, kami menolak kehadiran tambang tersebut. Kami minta Bupati Manggarai Barat mencabut kembali izin kuasa pertambangan yang telah diberikan kepada PT Grand Nusantara,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Ada dua hotel yang bertetangga dekat dengan lokasi pertambangan Batugosok, yaitu Hotel Batugosok (di tepi selatan kawasan tambang) dan Hotel Seraya (di pulau kecil di depan kawasan tambang). Herry Maraden dari Hotel Batugosok menyatakan, para tamunya mulai menyatakan terganggu dengan aktivitas pengerukan dan pengguguran bukit. Sejumlah wisatawan asing kini juga enggan menginap di Batugosok.</p>
<p>Ambrosius Janggat mengatakan, pihaknya akan segera membentuk panitia khusus (pansus) untuk menindaklanjuti protes masyarakat akibat aktivitas eksploitasi tambang di daerah itu. &#8220;Kasus ini tak akan muncul kalau Bupati melibatkan DPRD dan masyarakat. Kami sendiri tidak tahu bahwa Bupati sudah mengeluarkan izin kuasa pertambangan kepada PT Grand Nusantara. DPRD Manggarai Barat tidak diberi tembusan keputusannya,&#8221; paparnya.</p>
<p>Marcel Agot, rohaniwan setempat, mengakui ia dan massa Geram menolak pertambangan itu atas nama pribadi dan bukan mewakili gereja Katolik.</p>
<h3>Belum perlu amdal</h3>
<p>Bupati Manggarai Barat Wilfridus Fidelis Pranda, 28 Juni lalu, kepada Kompas menyatakan, aktivitas penambangan di Batugosok oleh PT Grand Nusantara belum memerlukan syarat amdal karena masih tahap &#8220;eksplorasi&#8221;, yaitu sekadar mendeteksi kandungan emas.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Dinas Pertambangan dan Energi NTT Yohanes Bria di Kupang, 30 Juni lalu, mengatakan, eksplorasi tambang emas di Batugosok jangan ditafsirkan eksploitasi. Pihak pemegang kuasa pertambangan memang dapat memanfaatkan hasil eksplorasi itu sebagai kompensasi atas biaya yang telah dikeluarkan. Karena itu, pengambilan emas saat eksplorasi di Batugosok sangat wajar. &#8220;Jangan menafsirkan eksplorasi dan eksploitasi sesuai selera,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Menurut Bria, izin kuasa pertambangan yang dikeluarkan Bupati Manggarai Barat kepada PT Grand Nusantara, 12 Januari 2009, dinilai tidak menyalahi prosedur. Tembusan kuasa pertambangan itu pun telah diserahkan kepada Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi. &#8220;Aksi demo 1.000 warga Labuan Bajo di lokasi tambang Batugosok, 29 Juni lalu, sangat mengganggu kegiatan eksplorasi. Pihak investor merasa terganggu. Padahal, kita membutuhkan mereka untuk mengolah sumber daya alam yang ada,&#8221; kata Bria. (ANS/KOR/GSA/ HRD)</p>
<p>Sumber : <a href="http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/07/02/03023942/taman.nasional.komodo.dirusak.aktivitas.penambangan">http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/07/02/03023942/taman.nasional.komodo.dirusak.aktivitas.penambangan</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://swanarapala.org/2009/07/taman-nasional-komodo-dirusak-aktivitas-penambangan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Wisatawan dilarang daki puncak 18 gunung</title>
		<link>http://swanarapala.org/2009/07/wisatawan-dilarang-daki-puncak-18-gunung/</link>
		<comments>http://swanarapala.org/2009/07/wisatawan-dilarang-daki-puncak-18-gunung/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Jul 2009 04:12:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>swanarapala</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Gunung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://swanarapala.org/?p=42</guid>
		<description><![CDATA[BANDUNG &#8212; Memasuki musim liburan sekolah, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) kembali mengingatkan warga untuk tidak mendaki dan beraktivitas pada 18 gunung berstatus siaga dan waspada. Pada 18 gunung itu, berpotensi mengeluarkan gas beracun yang berbahaya bagi manusia.
Data dari PVMBG, menunjukkan, gunung yang dalam status siaga itu, yakni Gunung Anak Krakatau, Karangetang, Semeru, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>BANDUNG &#8212; Memasuki musim liburan sekolah, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) kembali mengingatkan warga untuk tidak mendaki dan beraktivitas pada 18 gunung berstatus siaga dan waspada. Pada 18 gunung itu, berpotensi mengeluarkan gas beracun yang berbahaya bagi manusia.</p>
<p>Data dari PVMBG, menunjukkan, gunung yang dalam status siaga itu, yakni Gunung Anak Krakatau, Karangetang, Semeru, serta Gunung Ibu. Sementara gunung yang berstatus waspada, yakni Gunung Sangeang Api, Slamet, Kie Besi, Rokatenda, Rinjani, Egon, Soputan, Dukono, Papandayan, Lokon, Talang, Kelud, Kerinci, Gamalama.</p>
<p>Kepala PVMBG, Badan Geologi, Soerono, menjelaskan, pada kawah gunung yang dalam status siaga dan waspada berpotensi mengeluarkan gas beracun. Bagi warga yang menghirup gas tersebut, sambung dia, dipastikan akan mengalami gangguan kesehatan.</p>
<p>&#8221;Ini perlu disampaikan kembali kepada warga, mengingat saat ini lagi musim liburan,&#8221; ujar Soerono kepada wartawan di kantornya, Selasa (30/6). Biasanya, sambung dia, pada musim liburan jumlah wisatawan melonjak signifikan. Soerono menjelaskan, ke-18 gunung itu hanya boleh dikunjungi pada kakinya saja. Menurut dia, masyarakat tidak boleh coba-coba beraktivitas pada puncak gunung tersebut.</p>
<p>Gas beracun itu, papar dia, biasanya muncul saat hujan, mendung, atau tidak ada sinar matahari. Masyarakat yang berencana mendaki gunung, kata dia, diimbau untuk membawa alat komunikasi yang memadai. Dijelaskan Surono, hingga kini sedikitnya 66 gunung api yang dipantau oleh PVMBG dalam status aktif. Hanya Gunung Slamet, papar dia, yang saat ini mulai turun statusnya dari siaga menjadi waspada.</p>
<p>Hingga kini, sambung Soerono, PVMBG masih memantau ke-18 gunung tersebut. Bahkan, pihaknya membuka Crisis Center PVMBG dengan layanan telepon (022) 7272606 dan 7271402. Untuk itu, kata dia, bagi masyarkat yang membutuhkan informasi seputar kondisi gunung yang kan dikunjunginya, dipersilahkan menghubungi ke dua nomor tersebut. san/pur</p>
<p>sumber : <a href="http://republika.co.id/berita/59371/Wisatawan_Dilarang_Daki_Puncak_18_Gunung" target="_blank">http://republika. co.id/berita/59371/Wisatawan_ Dilarang_ Daki_Puncak_ 18_Gunung</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://swanarapala.org/2009/07/wisatawan-dilarang-daki-puncak-18-gunung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bertambah 3 Derajat = Kekeringan Bagi Indonesia (REMIX)</title>
		<link>http://swanarapala.org/2009/06/bertambah-3-derajat-kekeringan-bagi-indonesia-remix/</link>
		<comments>http://swanarapala.org/2009/06/bertambah-3-derajat-kekeringan-bagi-indonesia-remix/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Jun 2009 04:12:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>swanarapala</dc:creator>
				<category><![CDATA[Global Warming]]></category>
		<category><![CDATA[Pemanasan Global]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://swanarapala.org/?p=34</guid>
		<description><![CDATA[dari milis tetangga&#8230;.

Beradasarkan film dokumentasi National Geographic Channel yang berjudul
 &#8220;Six Degrees Could Change The World&#8221;
 Bila dunia kita suhu rata-ratanya meningkat sampai dengan 3 derajat celcius
 maka laju pemanasan global tidak akan lagi dapat dihentikan dan yang lebih
 parah lagi adalah dampak yang akan diterima bagi negara kita dan australia.
jika bertambah 3 derajat maka, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>dari milis tetangga&#8230;.</p>
<p><br class="spacer_" /></p>
<p>Beradasarkan film dokumentasi National Geographic Channel yang berjudul<br />
 &#8220;Six Degrees Could Change The World&#8221;<br />
 Bila dunia kita suhu rata-ratanya meningkat sampai dengan 3 derajat celcius<br />
 maka laju pemanasan global tidak akan lagi dapat dihentikan dan yang lebih<br />
 parah lagi adalah dampak yang akan diterima bagi negara kita dan australia.</p>
<p>jika bertambah 3 derajat maka, El Nino akan berstatus quo dan ia akan<br />
 mengubah arah angin yang berasal dari samudra Pasifik yg akan menuju ke<br />
 Indonesia. Seingat saya angin ni disebut angin Muson Barat. Karena angin<br />
 inilah Indonesia mengalami musim hujan.. Namun karena El Nino telah mengubah<br />
 arah angin tsb, angin tsb yg seharusnya menuju Indonesia, menjadi menuju ke<br />
 amerika selatan. dan akibatnya, amerika selatan akan hujan lebat dan<br />
 sebaliknya Indonesia dan Australia akan kekeringan dahsyat. karena tidak<br />
 akan ada lagi musim hujan di Indonesia, hanya ada hujan lokal namun bukan<br />
 musim hujan. dan saat itu Indonesia hanya memiliki Musim Kemarau saja</p>
<p>menurut film tsb, 3 derajat terjadi sekitar 40-50 tahun kedepan ketika kutub<br />
 utara mencair semua. namun sayangnya, baru-baru ini, NASA mengumumkan bahwa<br />
 kutub utara akan mencair semua akhir musim panas 2012. dengan kata lain 3<br />
 derajat terjadi pada tahun 2012. dan Indonesia akan kekeringan pada tahun<br />
 2012.</p>
<p>Kita harus lebih giat lagi untuk menyebarkan isu global warming ini. dan<br />
 mudah-mudahan pemerintah Indonesia dapat bergerak secepatnya karena siapa<br />
 pun presidennya nanti, bila dia tetap tidak peduli, maka kita akan<br />
 kekeringan dahsyat.</p>
<p>Be Veg!<br />
 Go Green!<br />
 Save the Planet!*<br />
 **<a href="http://www.pemanasanglobal.net/" target="_blank">www.PemanasanGlobal.net</a>* &lt;<a href="http://www.pemanasanglobal.net/" target="_blank"> http://www.pemanasanglobal.net/</a>&gt;<br />
 *<a href="http://www.perubahaniklim.net/" target="_blank">www.PerubahanIklim.net</a>* &lt;<a href="http://www.perubahaniklim.net/" target="_blank">http://www.perubahaniklim.net/</a>&gt;<br />
 *<a href="http://www.suprememastertv.com/ina*" target="_blank">www.SupremeMasterTV.com/ina*</a> &lt;<a href="http://www.suprememastertv.com/ina" target="_blank">http://www.suprememastertv.com/ina</a>&gt;<br />
 *<a href="http://www.godsdirectcontact.or.id/" target="_blank">www.GodsDirectContact.or.id</a>* &lt;<a href="http://www.godsdirectcontact.or.id/" target="_blank">http://www.godsdirectcontact.or.id/</a>&gt;<br />
 *<a href="http://sumansutra.wordpress.com*/" target="_blank">http://sumansutra.wordpress.com*</a> &lt;<a href="http://sumansutra.wordpress.com/" target="_blank">http://sumansutra.wordpress.com/</a>&gt;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://swanarapala.org/2009/06/bertambah-3-derajat-kekeringan-bagi-indonesia-remix/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Situs SWR up &amp; running</title>
		<link>http://swanarapala.org/2009/06/situs-swr-up-running/</link>
		<comments>http://swanarapala.org/2009/06/situs-swr-up-running/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 29 Jun 2009 12:46:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fransnico</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengumuman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://swanarapala.org/?p=31</guid>
		<description><![CDATA[Seluruh jajaran Team Web Development Swanarapala Proudly presents.
www.swanarapala.org

Sebelumnya kami minta maap kalo development situs ini mengalami keterlambatan yang sangat lamaaaa&#8230; mudah2an bisa dimaklumi.
Semoga dengan adanya situs ini, Nama SWANARAPALA dapat terus eksis di blantika alam maya dan semoga dapat semakin mempersatukan hubungan persaudaraan dan kekeluargaan antar anggota SWR.
DIBUTUHKAN :

Kontributor &#8211; 
Tugas &#38; Wewenang: Posting, posting, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seluruh jajaran Team Web Development Swanarapala Proudly presents.</p>
<blockquote><p><strong><span style="font-size: medium;"><a href="http://www.swanarapala.org">www.swanarapala.org</a></span></strong></p>
</blockquote>
<p>Sebelumnya kami minta maap kalo development situs ini mengalami keterlambatan yang sangat lamaaaa&#8230; mudah2an bisa dimaklumi.</p>
<p>Semoga dengan adanya situs ini, Nama SWANARAPALA dapat terus eksis di blantika alam maya dan semoga dapat semakin mempersatukan hubungan persaudaraan dan kekeluargaan antar anggota SWR.</p>
<p><strong>DIBUTUHKAN :</strong></p>
<ol>
<li><strong>Kontributor &#8211; </strong><br />
<em>Tugas &amp; Wewenang:</em> Posting, posting, dan posting artikel. <br />
<em>Kualifikasi yang dibutuhkan:</em> Niat &amp; Dedikasi tinggi, Seneng cari2 artikel menarik, Bisa ngetik ato atleast bisa copas&#8230;</li>
<li><strong>Administrator &#8211; </strong><br />
<em>Tugas &amp; Wewenang:</em> Melakukan maintenance web &amp; bertugas sebagai moderator untuk artikel2 yang diposting oleh kontributor. <br />
<em>Kualifikasi yang dibutuhkan: </em> Niat &amp; Dedikasi tinggi, sedikit pengetahuan tentang wordpress.</li>
</ol>
<p>Jika sodara-sodari ada yang berminat <em>(harus ada!!)</em> , mohon layangkan surat lamaran beserta CV lengkap ke email</p>
<blockquote><p>webdev@swanarapala.org</p>
</blockquote>
<p>Sekian dan tengkyu..</p>
<p>Cheers,</p>
<p>Team WebDev SWR</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://swanarapala.org/2009/06/situs-swr-up-running/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>INDONESIA doesn&#8217;t need the world, but the world need INDONESIA</title>
		<link>http://swanarapala.org/2009/06/indonesia-doesnt-need-the-world-but-the-world-need-indonesia/</link>
		<comments>http://swanarapala.org/2009/06/indonesia-doesnt-need-the-world-but-the-world-need-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Jun 2009 06:17:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>swanarapala</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel lepas]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://swanarapala.org/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Suatu pagi di Bandar Lampung, menjemput seseorang di bandara. Orang itu sudah tua, kisaran 60 tahun. Sebut saja si Bapak.
Si Bapak adalah pengusaha asal Singapura, dengan logat bicara gaya Melayu, English, (atau Singlish?) beliau menceritakan pengalaman2 hidupnya kepada kami yang masih muda. Mulai dari pengalaman bisnis, spiritual, keluarga, bahkan percintaan hehehe..
“Your country is so rich!”
Ah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Suatu pagi di Bandar Lampung, menjemput seseorang di bandara. Orang itu sudah tua, kisaran 60 tahun. Sebut saja si Bapak.</p>
<p>Si Bapak adalah pengusaha asal Singapura, dengan logat bicara gaya Melayu, English, (atau Singlish?) beliau menceritakan pengalaman2 hidupnya kepada kami yang masih muda. Mulai dari pengalaman bisnis, spiritual, keluarga, bahkan percintaan hehehe..</p>
<blockquote><p>“Your country is so rich!”</p></blockquote>
<p>Ah biasa banget kan denger kata2 begitu. Tapi tunggu dulu..</p>
<p>“Indonesia doesn&#8217;t need d world, but d world need Indonesia“<br />
“Everything can be found here in Indonesia , u don&#8217;t need d world”<br />
“Mudah saja, Indonesia paru2 dunia. Tebang saja hutan di Kalimantan , dunia pasti kiamat. Dunia yang butuh Indonesia !”</p>
<p>“Singapore is nothing, we can&#8217;t be rich without Indonesia. 500.000 orang indonesia berlibur ke Singapura setiap bulan. Bisa terbayang uang yang masuk ke kami? apartemen2 dan condo terbaru kami yang membeli pun orang2 Indonesia, ga peduli harga yang selangit, laku keras. Lihatlah rumah sakit kami, orang Indonesia semua yang berobat.”</p>
<p>“Kalian tahu bagaimana kalapnya pemerintah kami ketika asap hutan Indonesia masuk? ya benar2 panik. sangat berasa, we are nothing.”</p>
<p>“Kalian ga tau kan klo agustus kemarin dunia krisis beras. termasuk di Singapura dan Malaysia ? kalian di Indonesia dengan mudah dapat beras”</p>
<p>“Lihatlah negara kalian, air bersih dimana2.. lihatlah negara kami, air bersih pun kami beli dari Malaysia . Saya pernah ke Kalimantan, bahkan pasir pun mengandung permata. Terlihat glitter kalo ada matahari bersinar. Petani disana menjual Rp. 3000/kg ke sebuah pabrik China. Dan si pabrik menjualnya kembali seharga Rp 30.000/kg.  Saya melihatnya sendiri”</p>
<p>“Kalian sadar tidak klo negara2 lain selalu takut meng-embargo Indonesia ? Ya, karena negara kalian memiliki segalanya. Mereka takut klo kalian menjadi mandiri, makanya tidak di embargo.  Harusnya <strong>KALIANLAH YANG MENG-EMBARGO DIRI KALIAN SENDIRI</strong>. Beli lah dari petani2 kita sendiri, beli lah tekstil garmen dari pabrik2 sendiri. Tak perlu kalian impor klo bisa produksi sendiri.”</p>
<blockquote><p>“Jika kalian bisa mandiri, bisa MENG-EMBARGO DIRI SENDIRI, Indonesia will rules the world..”</p></blockquote>
<p>sumber : <a href="http://beritaku.webkios.info/the-world-need-indonesia-no-hoax/">http://beritaku.webkios.info/the-world-need-indonesia-no-hoax/</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://swanarapala.org/2009/06/indonesia-doesnt-need-the-world-but-the-world-need-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
